Loading...

Puja Trisandya dan Panca Sembah

Add Comment


Puja Trisandya dilaksanakan tiga kali sehari karena menurut Lontar Niti Sastra,  Matahari (Surya) sebagai keagungan dan kemahakuasaan Hyang Widhi. Matahari juga sumber energi atau sumber kehidupan. Pemujaan itu dimulai pagi-pagi menyongsong terbitnya matahari (sekitar jam 05.30), siang hari tepat jam 12.00 ketika Bumi berada dalam posisi yang menerima panas Matahari maksimum, dan sore hari ketika matahari menjelang “tenggelam” (sekitar jam 18.30). Trisandya terdiri dari dua kata, yaitu “Tri” artinya tiga, “Sandya”artinya sembahyang. Jadi Trisandya artinya sembahyang tiga kali sehari. Puja Trisandya diucapkan secara lengkap keenam baitnya, karena tiga bait pertama adalah puja-puji kepada Ida Sang Hyang Widhi, dan tiga bait terakhir adalah permohonan ampun dan kepasrahan kepada-Nya. Bait pertama disebut Mantram Gayatri, dapat digunakan dalam waktu sempit/ penting misalnya sebelum berangkat/ bepergian, ketika akan menyeberang sungai, menjelang, dan setelah kelahiran bayi, mendoakan orang sakit agar lekas sembuh, dan lainnya. Berikut ini adalah keenam bait dari Mantram Trisandya beserta artinya dalam versi yang berbeda-beda sesuai dengan sumber yang telah diperoleh yaitu sebagai berikut:

Bait I:
Om bhùr bhuvah svah
tat savitur varenyam
bhargo devasya dhimahi
dhiyo yo nah pracodayàt

Bait II:
Om Nàràyana evedam sarvam
yad bhùtam yac ca bhavyam
niskalanko nirañjano nirvikalpo
niràkhyàtah suddo deva eko
Nàràyano na dvitìyo’sti kascit

Bait III:
Om tvam sivah tvam mahàdevah
ìsvarah paramesvarah
brahmà visnusca rudrasca
purusah parikìrtitah

Bait IV:
Om pàpo’ham pàpakarmàham
pàpàtmà pàpasambhavah
tràhi màm pundarikàksa
sabàhyàbhyàntarah sucih

Bait V:
Om ksamasva màm mahàdeva
sarvapràni hitankara
màm moca sarva pàpebyah
pàlayasva sadà siva

Bait VI:
Om ksàntavyah kàyiko dosah
ksàntavyo vàciko mama
ksàntavyo mànaso dosah
tat pramàdàt ksamasva màm

Om Santih, Santih, Santih, Om



Terjemahan I  :
Bait I
Om Sang Hyang Widhi, kami menyembah kecemerlangan dan kemahamuliaan Sang Hyang Widhi yang menguasai bumi, langit dan sorga, semoga Sang Hyang Widhi menganugrahkan kecerdasan dan semangat pada pikiran kami.

Bait  II
Om Sang Hyang Widhi, Nàràyana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah dewa Nàràyana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua.

Bait III
Om Sang Hyang Widhi, Engkau disebut Siwa yang menganugrahkan kerahayuan, Mahadewa (dewata tertinggi), Iswara (mahakuasa). Parameswara (sebagai maha raja diraja), Brahma (pencipta alam semesta dan segala isinya), Visnu (pemelihara alam semesta beserta isinya), Rudra (yang sangat menakutkan) dan sebagai Purusa (kesadaran agung)

Bait IV
Om Sang Hyang Widhi, hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba ini papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Hyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba.

Bait V
Om Sang Hyang Widhi, ampunilah hamba, Sang Hyang Widhi yang maha agung anugrahkan kesejahteraan kepada semua makhluk. Bebaskanlah hamba dari segala dosa lindungilah hamba Om Sang hyang Widhi.

Bait VI
Om Sang Hyang Widhi, ampunilah dosa yang dilakukan oleh badan hamba, ampunilah dosa yang keluar melalui kata kata hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelalaian hamba.
Om Sang Hyang Widhi anugrahkanlah kedamaian, kedamaian, kedamaian selalu.


Terjemahan II :
Bait I
Ya Tuhan, yang menguasai ketiga dunia ini, Engkau maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya. Semoga Tuhan melimpahkan pada budi nurani kita, penerangan cahaya-Mu yang maha suci.

Bait II
Ya Tuhan, (Narayana), hanya Engkaulah semuanya ini, baik yang sudah ada maupun yang bakal ada. Engkau tak tercela (tak ternoda), murni, abadi, tak terkatakan (tak ternyatakan). Engkau Maha Suci, maha Esa dan tak ada duanya sama sekali.

Bait III
Ya Tuhan, Engkaulah yang diberi gelar Siva, Mahadeva, Isvara dan Paramesvara. Tuhan jugaan yang diberi gelar Brahma, Visnu, dan Rudra. Engkaulah Purusa, Tuhan yang selalu dipuja.

Bait IV
Ya Tuhan, hamba penuh dengan kenestapaan. Perbuatan hamba penuh nestapa, jiwa hamba penuh nestapa. Dan kelahiran hambapun penuh dengan kenestapaan. Selamatkan hamba dari segala kenestapaan dan sucikan lahir bathin hamba.

Bait V
Ya Tuhan, ampunilah hamba ini oh Tuhan penyelamat segala makhluk. Lepaskan hamba dari segala kenestapaan ini. Semoga Tuhan menuntun, menyelamatkan dan melindungi hamba ini.

Bait VI
Ya Tuhan, ampunilah segala dosa perbuatan hamba, ampunilah segala dosa dari ucapan hamba, ampunilah segala dosa dari pikiran hamba. Dan ampunilah segala kelalaian hamba itu.

Semoga damai di hati di dunia dan damai selalu.
Sumber : Titib, Dr. I Made. 2000. Dainika Upasana (Doa Umat Hindu Sehari-Hari). Surabaya : Paramita



Terjemahan III :
Bait I
Om adalah bhur bhuvah svah
Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan Sanghyang Widhi, Semoga Ia berikan semangat pikiran kita

Bait II
Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah dewa narayana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua

Bait III
Om Engkau dipanggil Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma, Wisnu, Rudra, dan
Purusa

Bait IV
Om hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Sanghyang Widhi, sucikanlan jiwa dan raga hamba

Bait V
Om ampunilah hamba Sanghyang Widhi, yang memberikan keselamatan kepada semua makhluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah oh Sang Hyang Widhi

Bait VI
Om ampunilah dosa anggota badan hamba, ampunilah dosa perkataan hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelalaian hamba.
Om. damai. damai, damai, Om.

Sumber   :     Wenten, I Made. 1996. Doa Utama Sehari-hari Agama Hindu. Singaraja : Toko Buku Indra Jaya
Swastika, Drs. I Ketut. 2008. Puja Tri Sandhya-Panca Sembah Arti dan Makna Bunga-Api-Air-Kwangen-Canangsari-Pejati. Denpasar : CV. Kayumas Agung


PANCA SEMBAH

Panca Sembah I Tanpa Sarana
Om àtmà tattwàtmà sùddha màm swàha
Artinya: Oh Hyang Widhi, atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah diri hamba…

Kramaning Sembah II dengan sekar putih :
Om Adityasyà param jyoti
rakta tejo namo’stute
sweta pankaja madhyastha
bhàskaràya namo’stute

Artinya:
Oh Hyang Widhi, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja-Mu. Hyang Surya yang berstana di tengah-tengah teratai putih. Hamba memuja-Mu yang menciptakan sinar matahari berkilauan.

Kramaning Sembah III dengan kewangen atau sekar kangkad :
Om nama dewa adhisthanàya
sarwa wyapi wai siwàya
padmàsana eka pratisthàya
ardhanareswaryai namo namah

Artinya: Oh Hyang Widhi, yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja.

Kramaning Sembah IV dengan kewangen atau sekar kangkad :
Om anugraha manoharam
dewa dattà nugrahaka
arcanam sarwà pùjanam
namah sarwà nugrahaka
Dewa-dewi mahàsiddhi
yajñanya nirmalàtmaka
laksmi siddhisca dirghàyuh
nirwighna sukha wrddisca
Artinya: Oh Hyang Widhi, pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan dari segala pujaan, hamba memuja-Mu sebagai pemberi segala anugrah. 

Kemahasiddhian dari para Dewa dan Dewi berwujud yadnya suci. kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.

Kramaning Sembah V tanpa sarana :
Om Dewa suksma paramà cintyàya nama swàha. Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om
Artinya: Oh Hyang Widhi, hamba memuja-Mu yang tidak terpikirkan. Semoga damai, damai, damai selalu…

Puja untuk Pura Paibon, Pura Kawitan dapat dilakukan 
pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :
Om Brahmà Wisnu Iswara dewam
Tripurusa suddhàtmakam
Tridewa trimurti lokam
sarwa wighna winasanam

Artinya:
Oh Hyang Widhi, dalam wujud-Mu sebagai Brahma, Wisnu, Iswara, Dewa Tripurusa Maha Suci, Tridewa adalah Trimurti, semogalah hamba terbebas dari segala bencana.

Puja untuk Pura Kahyangan Tiga Pura Desa dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :
Om Isanah sarwa widyànàm
Iswarah sarwa bhùtànàm,
Brahmano’ dhipatir brahmà
Sivostu sadàsiwa.

Artinya :
Oh Hyang Widhi, Hyang Tunggal, Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk hidup. Brahma Maha Tinggi, selaku Siwa dan Sadasiwa.
Puja untuk Pura Kahyangan Tiga Pura Puseh dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkat :

Om, Girimurti mahàwiryyam,
Mahàdewa pratistha linggam,
sarwadewa pranamyanam
Sarwa jagat pratisthanam
Artinya: Oh Hyang Widhi, disebut Girimurti Yang Maha Agung, dengan lingga yang jadi stana Mahadewa, semua dewa tunduk pada-Mu.
Puja untuk Dewi Saraswati dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad, silakan baca comment pertama.
*Catatan : Puja dapat dipilih satu sloka atau digabung dari beberapa sloka, kecuali sloka yang terakhir untuk penutup.

Om Saraswati namostubhyam
Warade kama rupini
Sidhir astu karaksami
Sidhir bhawantu sadham
Om Pranamya sarwa dewanca
Paramãtma nama wanca
Rupa sidhi karoksabet
Saraswati nama myaham
Om padma patram wimalaksmi
Padma kçara nandini
Nityam padma laya dewi
Tubhyam namah Saraswati
Om Brahma putri maha dewi
Brahmanye Brahma nandini
Saraswati sajňna yani
Praya naya Saraswati
Om kawyam wyakaranam tarkham
Weda çastram puranakam
Kalpa sidhini tantrani
Twam prasadat karoksabet
Om sulabha twam swara mantra
Irabheyam phalakam param
Sarwa kleça winaçanam
Santhi twam sanggatot manam
Om atheni rasa hasranam
Sarwa roga winaçanam
Twam mama sarwa sidhyantu
Sarwa karya prasidhyaye
Om Sang Saraswati sweta warna ya namah swaha
Om Bang Saraswati rakta warna ya namah swaha
Om Tang Saraswati pita warna ya namah swaha
Om Ang Saraswati kresna warna ya namah swaha
Om Ing Saraswati wiçwa warna ya namah swaha
Om sukham bhawantu, purnam bhawantu, çryam bhawantu
Om Sidhirastu tat astu astu swaha
Om Saraswati dipata ya namah

Artinya :
Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, pujaan kami
Yang berwajah cantik, indah berandeng
Berkuasa mempengaruhi kami
Selalu berkuasa pada serba dunia
Oh Sang Hyang Saraswati, yang dihormati oleh semua dewa dewi
Karena engkau adalah brahman yang dimuliakan
Merupakan wujud yang kuasa
Kami muliakan Engkau dengan gelar Saraswati
Oh Sang Hyang Saraswati, Engkau suci bersih bagai daun bunga teratai
Berambut indah bagai sari bunga teratai
Selalu ada di sekitar padma
Patut dihormati sebagai sumber ilmu pengetahuan
Oh Putri Sang Hyang Brahma, Engkai dewi yang maha agung
Selalu ada bersama Brahma
Diberi gelar Saraswati yang indah
Mengatur semua mahluk
Oh Sang hyang Saraswati, Engkau mengubah segala ilmu tattwa
Weda dan Sastra, Purana-purana, serta ilmu Tantra
Yang menjiwai dan berkuasa sepanjang jaman
Engkaulah penciptanya
Oh Sang Hyang Saraswati, atas anugrahMu semoga doa kami menjadi bertuah,

Mendatangkan segala kebaikan untuk seluruh dunia
Semoga bathin yang cemar dan kotor menjadi musnah
Semoga damai dan bersatu bhatin kami kepadaMu
Oh Sang Hyang Saraswati, berkenan kiranya Engkau menganugrahi perasaan bathin yang indah, semoga yang menimbulkan penyakit menjadi musnah, berkenan kiranya engkau menganugrahi kami serba sejahtera, sehingga tugas karya kami terselesaikan
Oh Sang Hyang Saraswati, demikian puja kami kepadaMu, dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Sadyajata, Sang Hyang Bhamadewa, Sang Hyang Tat purusha, Sang Hyang Aghora, serta dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Içyana dengan pancaran warna putih, merah, kuning, hitam, serta serba warna
Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, semoga Engkau senantiasa memberikan kekuatan, keselamatan, semoga semuanya tiada halangan. Oh Sang Hyang Saraswati hamba memuja-Mu

Mengetahui Ramalan Menurut Zodiak

Add Comment


Kambing Jantan
Kesehatan:
Sewaktu anak-anak sampai berumur 7 tahun kesehatannya kurang baik, sering sakit-sakitan, biasanya terkena pilek, batuk, perut kembung. Namun seiring dengan bertambahnya umur kesehatannya semakin membaik. Oleh karena itu, kesehatannya perlu diperhatikan sampai mencapai umur dewasa. Apabila masa sakit-sakitan telah dilewati maka selanjutnya akan tahan dengan berbagai macam penyakit sehingga dapat mencapai umur panjang.

Karakter:
Senang berpura-pura segan, namun sebenarnya ingin menonjol. Suka menyendiri, kadang-kadang ragu-ragu dan curiga. Akan tetapi bila keputusannya sudah diambil pendiriannya kuat. Senang dipuji sesuai dengan kecakapannya. Berani bertanggung jawab, ulet dan pandai dalam perhitungan untung rugi. Cendrung kepada kekolotan dan suka pada tradisi. Hemat dan sedikit pelit, namum suka menolong orang yang perlu ditolong. Ulet dalam bekerja. Kelemahannya, pemarah, mudah tersinggung, biasanya memikirkan kesulitan secara mendalam. Sukar memaafkan orang yang telah ingkar janji.

Pekerjaan:
Wartawan, pengarang, diplomat (politik), pemimpin, pendidik, pemain drama, pedagang. Untuk wanita bekerja di rumah sakit, model, kantor dagang dan pemerintahan.

Jodoh:
Seyogyanya orang yang pandai memberi kegembiraan kepadanya antara lain orang yang berbintang Virgo, Taurus, dan Libra.

Hari:
Sabtu

Warna:
Hijau tua

Batu:
Batu Agaat, Onyx putih, dan Biduri bulan.

Angka:
8 atau angka yang digabungkan menjadi 8, misalnya 35, 53, 71, dst.



Pembawa air
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit tulang, saraf, peredaran darah kurang lancar, sakit kepala, sakit otak. Sebaiknya jangan terlalu banyak bekerja dengan otak. Atur keseimbangan antara bekerja dan beristirahat.

Karakter:
Berbudi luhur, selalu memperjuangkan keadilan, kemajuan, dan kesejahteraan. Bersedia berkorban untuk kebahagiaan orang lain. Ada yang berwatak keras kepala terkadang suka melamun. Berbakat dalam menciptakan karya-karya baru dalam hal musik. Cerdas, namun karena suka melamun kadang-kadang menjadi tidak menentu. Keseimbangan dalam jiwanya amat tinggi banyak orang yang meminta nasehat kepadanya. Manis peramah, suka pada kehiudupan yang lurus. Hemat, tidak tamak terhadap kebendaan. Wanita Aquarius tidak segan, berani bertindak melebihi kaum pria. Kelemahannya, suka menunda-nunda pekerjaan, seringkali sombong, gila hormat, bicaranya seringkali berlebihan sehingga seringkali menimnulkan kedustaan dalam membanggakan diri. Kadang kala kehilangan kepercayaan diri. Bila hendak mencapai maksudnya, kadang sampai hati melanggar aturan.

Pekerjaan:
Umumnya mempunyai kepandaian yang luar biasa. Karena kepandaiannya di banyak bidang, banyak pekerjaan yang disukai mencapai keberhasilan. Pekerjaan pilihan bagi mereka adalah dokter jiwa, pengarang, wartawan, seni musik, dan sebagainya.

Jodoh:
Dapat mencintai dan bersedia hidup di luar pernikahan. namun cintanya murni adn tidak mengharapkan akan keuntungan. Suka menikah dengan orang yang sudah dikenal lama. Sahabat atau jodohnya yang cocok adalah Gemini, Libra, dan Aquarius.

Hari:
Sabtu

Warna:
Hijau Muda

Batu:
Kecubung kasihan dan Nilam

Angka:
8 terutama 48 dan 84


Ikan
Kesehatan: 
Pada masa kanak-kanak kesehatannya kurang baik, namun seiring dengan bertambahnya umur kesehatannya membaik. Mudah terserang penyakit paru dan penyakit kaki. Disarankan jangan menggunakan obat-obatan yang dapat mematikan rasa dan jauhkan dari alkohol dan narkoba. Pada umur 14-21 tahun harus diperhatikan dan dijaga paru-parunya.

Karakter: 
Orang Pisces umumnya mempunyai watak campuran baik dan buruk kelemahannya bersama-sama dengan kekuatannya. Mempunyai sifat perwira. Bila terlepas dari ketetapan hatinya, sering timbul kebimbangan. Mudah terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan. Suka dengan pemandangan alam, suka merantau. Pandai berbicara dan seringkali mengalahkan lawan bicaranya dalam berdebat. Suka menolong orang yang menderita, kadang kala dengan uang yang berlebihan, sehingga sering menimbulkan penyesalan kemudian. Pemahaman keagamannya amat mendalam sehingga dapat menjadi pemimpin agama atau organisasi keagamaan. Kelemahannya, pemarah, pemalu, pelupa, dan kadang keras kepala.

Pekerjaan:
Hampir semua pekerjaan dapat dikerjakan dengan baik. Terkadang karena wataknya yang bercampur antara baik dan kurang baik, maka pekerjaan yang dikerjakan sering tidak berhasil dengan baik. Mudah memahami ilmu perbintangan (astrolomi) dan kedokteran, seni, drama, penyelidikan, pertambangan, pelayaran, dan kebatinan. Antara umur 21 - 28 tahun bekerja keras untuk menghidupan, dan pada umur 40 - 50 tahun telah memetik hasil jerih payahnya. Wanita Pisces cocok bekerja sebagai juru rawat, pemimpin perusahaan, dan pekerjaan sosial.

Jodoh:
Dorongan hawa nafsu amat keras sehingga kadang-kadang pernikahannya bukan karena mencari teman hidup tetepi karena rasa simpati. Karena wataknya yang tidak tenang, maka ia menghendaki agar perkawinannya tidak amat mengikatnya. Jodonya Cancer atau Scorpio.

Hari:
Kamis

Warna:
Abu-abu

Batu:
Safier

Angka:
3, 6, dan 9


Aries
Kesehatan:
Kadang-kadang dapat terserang penyakit kepala yang ada hubungannya dengan penyakit mata dan hidung. Pikirannya sangat kuat, dan karenanya ia dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia dapat pula diserang oleh penyakit yang hebat, namun dengan cara yang aneh dapat sembuh sendiri.

Karakter:
Ulet, pekerja keras, tabah, tak mudah putus asa, suka berkorban, semangatnya tinggi, dan tidak suka bermalas-malasan. Sanggup menghadapi segala rintangan. Berhati besar, tidak suka berbohong. Gemar pada kesenian dan keindahan. Berbakat untuk memiliki kekuatan gaib. Kelemahannya, suka berubah pikiran hingga sering salah perhitungan, selalu tidak puas, mudah tersinggung, pemarah, suka menyerang (agresif).

Pekerjaan:
Suka merantau dan sering berubah profesi, cocok menjadi wartawan harian, pengarang, penyair, guru, pemimpin masyarakat, Pandai mencari uang, tetapi tidak dapat menyimpannya. Kalau sudah terdesak oleh keadaan, ia menjadi pelit.

Jodoh:
Sagitarius, sama-sama Aries tetapi masing-masing harus dapat mengendalikan diri untuk kebahagiaan bersama.

Hari:
Selasa

Warna:
Merah Jingga

Batu:
Intan atau Berlian

Angka:
3


Sapi Jantan
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit tenggorokan dan penyakit kelamin. Nafsu birahinya tinggi, dan karena itu perlu berhati-hati dengan penyakit kelamin.

Karakter:
Umumnya sangat setia kepada sahabat-sahabatnya dan sanggup membela secara gigih, berani dan bertanggung jawab. Sabar, namun bila marah membahayakan. Tidak suka pada hal yang kecil dan sepele. Suka membangun sesuatu yang diharapkan akan kekal. Perasaannya halus sehingga dapat merasakan kesulitan orang lain dan selalu ingin menolong. Firasatnya tajam dan cepat mengetahui sifat orang yang dihadapinya. Pada umumnya bekerja lamban, tetapi kalau sudah mau bekerja, ia akan bekerja keras dan kadang-kadang sampai di luar kekuatannya. Kelemahannya, perlente, suka berpakaian bagus sampai hari tua. Cepat menarik dan ditarik oleh lawan jenis. Kalau marah sering merusak.

Pekerjaan:
Arsitek, bankir, petani, pengarang, penyanyi, pemimpin pergerakan, dan ahli berpiadto. Suka mengejar harta dan sukses. Tidak kurang sandang pangan.

Jodoh:
Dalam perkawinan kurang beruntung karena sering berselisih paham terutama pada tahun-tahun permulaan pernikahan. Kalau dapat bertahan, ia akan menganggap lawan hidupnya sebagai sauadra. Jodohnya bintang apa saja kecuali Aries.

Hari:
Jumat

Warna:
Biru Tua

Batu:
Turkoois, Pirus atau Zambrut.

Angka:
3, 6, dan 9


Orang Kembar
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit saraf, sering sakit kepala sampai tidak bisa tidur. Mudah lelah baik badan maupun jiwa. Sedapat mungkin jangan menggunakan pengobatan listrik. Paad umur 42 sebaiknya berhati-hati karena mudah terserang berbagai penyakit. Waktu kanak-kanak mudah cacingan. Harus banyak istirahat, jangan terlalu banyak bekerja dengan otak. Perlu latihan pernafasan untuk mencegah penyakit paru-paru. Harus diperlakukan dengan sabar, tidak boleh dimaki-maki dengan kata-kata kasar karena perasaanya halus. Antara umur 14 - 20tahun pertumbuhannya baik asal kesehatannya dijaga.

Karakter:
Cerdas, pirasatnya tajam, berbakat menjadi orang pintar. Sopan santun dan disukai oleh setiap orang. Hatinya terbuka, suka menolong orang lain sekalipun dengan meminjam, suka pada pelajaran tinggi, dan pandai berbicara. Kelemahannya, Susah dapat menyimpan uang karena suka menghabiskan uangnya untuk menolong orang lain. Suka memerintah, tetapi akhirnya mundur teratur. Pemberani, tetapi pada lain waktu penakut, dan mudah tersinggung.

Pekerjaan:
Menjadi ulama, pemimpin peribadatan, pendeta, guru, pengacara, dokter, dan wartawan. Menjadi wartawan lebih cocok dibanding pendeta dan guru yang bersifat monoton. Cocok sebagai pengacara karena pandai beradu argumentasi. Tidak berbakat sebagai pedagang.

Jodoh:
Karena hatinya sering tidak menentu sehingga dalam perjodohan kurang menemukan kebahagiaan. Mungkin akan menikah lebih dari sekali. Mempunyai keinginan untuk hidup bahagia dalam berkeluarga, namun kenyataannya sering gagal. Wanita Gemini sering meributkan hal-hal yang kecil dalam berumah tangga, tetapi menyukai keindahan dan pandai mengatur keselarasan. Jodohnya adalah Libra yang sabar, Aquarius yang pengertian, atau Gemini sendiri karena mempunyai kesamaan kepribadian.

Hari:
Rabu

Warna:
Kuning

Batu:
Batu aquamarin atau batu laut.

Angka:
5 atau berjumlah 5


Kepiting
Kesehatan:
Dapat terserang gangguan pencernaan. Oleh karena itu hindari makanan pedas atau makanan yang dingin (es).

Karakter:
Gemar kepada kekuatan gaib, kebatinan, gerakannya agak lambat, pandai bergaul, dan sangat teliti. Kelemahannya, suka berhayal, pemalu, hatinya lembek, dan mudah tersinggung.

Pekerjaan:
Pengurus restoran, hotel atau toko. Pemimpin, pemain sandiwara, ahli sejarah, museum, pengarang dan ahli berpidato. Kalau dapat mengatasi sifat pemalunya, mungkin akan menduduki tempat yang terkemuka di masyarakat. Sukses dalam hidupnya bila sudah mencapai usia agak lanjut. Pandai mencari dan menyimpan uang.

Jodoh:
Biasanya pernikahannya terlambat bahkan kadang tidak mau menikah. Untuk mendapat keturunan yang kuat sebaiknya jodohnya Scorpio atau Pisces.

Hari:
Senin

Warna:
Ungu

Batu:
Mutiara atau Akik

Angka:
9


Singa Jantan
Kesehatan:
Peka terhadap penyakit jantung, paru-paru, dan kurang darah. Bila sakit perlu banyak hiburan.

Karakter:
Angker dan agung, tegap perawakannya, pundaknya lebar, langkah kakinya kuat, mukanya berseri-seri, matanya bersinar, postur seluruh tubuhnya serba berimbang. Jujur dan setia, ramah-tamah, suka kepada kemewahan. Suka berkeja dengan sungguh-sungguh dan tidak tanggung-tanggung, mau menerima kecaman yang berdasar kebenaran, dan suka memaafkan. Kelemahannya, tidak mau di bawah perintah orang lain, kalau mencintai sering membuta tuli. Bilamana kurang pendidikan, sikap agungnya berubah menjai sombong dan dusta. Rakus terhadap makanan, mudah tertarik kepada lawan jenis, suka memandang remeh orang lain. Wanita Leo lebih boros dari pria.

Pekerjaan:
Pekerjaan yang cocok adalah berwiraswasta atau pemimpin perusahaan.

Jodoh:
Sagitarius, Aries, Libra, dan Gemini.

Hari:
Minggu

Warna:
Kuning dan Orange

Batu:
Berlian, Ruby (merah bintang), dan mirah.

Angka:
1


Gadis
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit perut, limpa, cacing pita, kolera, usus buntu, disentri, dan sesak nafas. Namun mempunyai keajaiban untuk menyembuhkan diri sendiri.

Karakter:
Otaknya cemerlang, mudah memahami pelajaran, setia pada keluarga, sopan santun, suka berpakaian rapi dan bagus. Suka mengalah, tidak mudah memutuskan hubungan. Riang gembira, mukanya berseri-seri, awet muda, dan suka pada anak-anak. Kelemahannya, bilamana kurang pendidikan dapat berbuat sewenang-wenang, sombong akan kekayaan dan kedudukanya. Suka merusak barang-barang bila marah. Tidak mau mengaku salah, suka berhutang, tidak dapat dipercaya. Tetapi kalau berpendidikan baik, orang Virgo paling mudah dipercaya.

Pekerjaan:
Ahli kimia, kesusastraan, musik, pandai berpidato. Berbakat dalam ilmu kebatinan. Dapat bekerja secara cepat, cocok mengurus rumah tangga, dan merawat orang sakit dan anak-anak.

Jodoh:
Libra, Sagitarius, dan Virgo sendiri.

Hari:
Rabu

Warna:
Kuning

Batu:
Jaspi (Badar hijau)

Angka:
6


Timbangan
Kesehatan:
Dapat terserang penyakit ginjal, kulit, maag, ekseem, dan bagi wanita bermasalah dengan datang bulan (tidak tepat), Waktu kecil kebanyakan kurus, namun bila sudah besar dapat menjadi gemuk.

Karakter:
Parasnya bundar, namun ada pula yang lonjong, suaranya nyaring, sorot matanya bagus terutama kaum wanitanya. Ada dua macam orang Libra, Pertama riang gembira, namun tiba-tiba sedih, dan yang kedua selalu sedih namun mendadak menjai riang gembira. Suka kepada kemewahan, suka damai. Baik pria maupun wanita, Libra suka kepada keserasian dan senantiasa menjauhi permusuhan. Budi bahasanya manis, senyumnya menarik. Firasatnya tajam, seringkali dugaannya tepat. Kelamahannya, pelit saking hematnya, pemalu, tidak mudah melupakan kesalahan orang kepadanya. Sukar untuk dicintai karena perkataannya suka menyinggung perasaan orang lain dan ia tidak peduli dicintai atau tidak. Kalau niatnya dirintangi ia bisa mengamuk dan menuntut balas. Malas bekerja seniri. Nafsu birahinya tinggi. Tidak suka dicela, dan tidak sabar.

Pekerjaan:
Dagang, wartawan, penerbit buku, dan guru. Dapat juga menjadi pendeta, penerbang, dan insinyur mesin. Mudah memahami tenaga gaib, spekulasi terkadang dapat berhasil. Tidak boleh mengharapkan warisan.

Jodoh:
Capricorn, Aries, dan Libra sendiri.

Hari:
Jumat

Warna:
Biru Muda

Batu:
Opal, berlian, dan mirah warna kuning

Angka:
2 dan 9


Kalajengking
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit kelamin, jantung, sakit pinggang, batu ginjal, hidung (polip). Wanitanya dapat terserang keputihan dan bagian peranakannya.

Karakter:
Pejuang yang jujur hingga berani memberontak, tidak suka diperintah orang lain, terlalu pegang pada janji, berbakat besar tentang ilmu gaib, pandangannya luas, mudah belajar bahasa asing. Suka berpakaian bagus, rumah baik, dan rapi. Pandai menyimpan rahasia dan karenanya mudah dipercaya. Tajam dan berbakat pada ilmu watak manusia. Kelemahannya, kalau sedang sedih tidak banyak bicara dan perkataanya sering menyakiti hati orang lain. Suka mengumbar nafsu, dapat berbuat kejam, senang dipuji, kalau keinginannya tidak tercapai dapat berbuat nekat. Cemburu, tidak suka dikecam dan dibantah.

Pekerjaan:
Dokter terutama ahli bedah, sukses dalam militer dan keagamaan, reporter, detektif. Untuk wanita, cocok dengan pekerjaan yang memerlukan ketabahan, keberanian, dan keadilan.

Jodoh:
Libra atau Virgo

Hari:
Selasa

Warna:
Merah

Batu:
Ratna Cempaka, Topas dan Opal

Angka:
8


Pemanah
Kesehatan:
Mudah terserang penyakit rematik, paru-paru, patah tulang kaki, asma, batuk, dan bronchitis.

Karakter:
Berbudi luhur, senantiasa memikirkan cara-cara menaikkan martabat manusia dan kemakmuran masyarakat. Budi bahasanya manis, peramah, dan oleh karenanya banyak disukai orang. Berani berkorban untuk orang lain. Sanggup bekerja keras, berhati-hati, dan disiplin sehingga sering mendapatkan keudukan tinggi di masyarakat. Orang sagitarius mungkin menyeniri untuk menempuh hidup suci. Wanita sagitarius pandai mengatur rumah tangga, dicintai oleh keluarganya karena adil, namun keras. Kelemahannya, bangga akan kepandaiannya sendiri, suka mengejek dengan cara terbungkus yang menginggung orang lain. Orang sagitarius yang kurang pendidikan, suka marah, merusak, mau menang sendiri, berbuat nekat. Dalam memberikan pertolongan kepada orang sering melewati batas, dan sering kebaikan, kejujuran dan kedermawanannya disia-siakan orang.

Pekerjaan:
di bidang keagamaan, diplomatik, penerbit buku, percetakan, wartawan, pengacara, ahli olah raga, dan seniman. Dalam hidupnya jarang sampai kekurangan uang.

Jodoh:
Aquarius, Libra, dan Sagitarius sendiri.

Hari:
Kamis

Warna:
Merah. Hijau, dan Kuning emas.

Batu:
Intan dan Kemala

Angka:
4

Sejarah Pura Basukian Besakih Bali

Add Comment
Sejarah Pura Basukian Besakih

Sebelum nangkil ke Pura Pedarman, ada baiknya kita maturan dulu di Pura Basukian sebagai Pura Puseh Jagad

Pura Besakih merupakan pura terbesar yang ada di Bali yang tepatnya terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Dulu, tempat ini sebelum dibangunnya Pura Besakih hanya terdapat kayu-kayuan dalam sebuah hutan belantara.

Sebelum adanya selat Bali ( Segara Rupek ) Pulau Bali dan pulau Jawa dahulu masih menjadi satu dan belum dipisahkan oleh laut, pulau ini bernama Pulau Panjang atau Pulau Dawa. Di suatu tempat di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (Gunung Raung) ada seorang Yogi atau pertapa yang bernama Resi Markandeya.

Karena ketinggian ilmu bhatinnya, kesucian rohaninya, serta kecakapan dan kebijaksanaan beliau maka oleh rakyat, beliau diberi julukan Bhatara Giri Rawang.

Pada mulanya Resi Markandeya bertapa di Gunung Demulung, kemudian pindah ke gunung Hyang (konon gunung Hyang itu adalah DIYENG di Jawa Tengah yang berasal dan kata DI HYANG).

Sekian lamanya beliau bertapa di sana, mendapat titah dari Hyang Widhi Wasa agar beliau dan para pengikutnya merabas hutan di pulau Dawa, setelah selesai agar tanah itu dibagi-bagikan kepada para pengikutnya.

Sejarah Pura Basukian Besakih Bali

Demikianlah kemudian beliau berangkat ke tanah Bali disertai pengikutnya yang pertama yang berjumlah 8000 orang dengan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. Sesampainya ditempat yang dituju, beliau memerintahkan pengikutnya agar mulai merambas hutan.

Akan tetapi Saat merabas hutan, banyak para pengiring Sang Yogi Markandeya yang sakit, lalu mati dan ada juga yang mati dimakan binatang buas, karena tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji).

Kemudian beliau memerintahkan pengikutnya untuk menghentikan perambasan. Dengan hati yang sedih beliau kemudian mengajak pengikutnya untuk kembali ke Jawa. Beliau kembali ketempat pertapaannya semula untuk mohon petunjuk kepada sang Hyang Widhi.

Setelah beberapa lamanya beliau berada dipertapaannya, timbul cita-citanya kembali untuk melanjutkan merambas hutan tersebut. Pada suatu hari yang baik, beliau kembali berangkat ke tanah Bali.

Kali ini beliau mengajak pengikutnya yang kedua berjumblah 4000 orang yang berasal dari desa Aga yaitu penduduk yang mendiami lereng Gunung Rawung. Turut dalam rombongan itu para Pandita atau para Rsi. Para pengikutnya membawa perlengkapan beserta alat-alat pertanian dan bibit tanaman untuk ditanam di tempat yang baru.

Setelah tiba di tempat yang dituju, Resi Markandeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya, yaitu Dewa Yadnya dan Buta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut, menebang pohon-pohonan dan lain-lainnya mulai dan selatan ke utara.

Karena dipandang sudah cukup banyak hutan yang dirabas, maka berkat asung wara nugraha Hyang Widhi Wasa, Sang Yogi Markandeya memerintahkan agar perabasan hutan, itu dihentikan dan beliau mulai mengadakan pembagian-pembagian tanah untuk para pengikut-pengikutnya masing-masing dijadikan sawah, tegal dan perumahan.

Demikianlah pengikut Rsi Markandya yang berasal dari Desa Aga ( penduduk lereng Gunung Rawung Jawa Timur ) menetap di tempat itu sampai sekarang. Ditempat bekas dimulainya perambasan hutan itu oleh Sang Rsi/Yogi Markandya menanam kendi (caratan) berisi air disertai 5 jenis logam yaitu: emas, perak, tembaga, perunggu dan besi yang disebut Panca Datu dan permata Mirahadi ( mirah yang utama ) dengan disertai sarana upakara selengkapnya dan diperciki Tirta Pangentas ( air suci ).

Tempat menanam 5 jenis logam itu diberinama Basuki yang artinya selamat. Kenapa disebut demikian, karena pada kedatangan Rsi Markandya yang ke dua beserta 4000 pengikutnya selamat tidak menemui hambatan atau bencana seperti yang dialami pada saat kedatangan beliau yang pertama. Ditempat itu kemudian didirikan palinggih.

Lambat laun di tempat itu kemudian didirikan pura atau khayangan yang diberi nama Pura Basukian. Pura inilah cikal-bakal berdirinya pura –pura yang lain di komplek Pura Besakih. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pembangunan pura ditempat itu dimulai sejak Isaka 85 atau tahun 163 Masehi.

Pembangunan komplek pura di Pura Besakih sifatnya bertahap dan berkelanjutan disertai usaha pemugaran dan perbaikan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kemasa.

Inilah Larangan Bagi Seorang Suami Saat Istrinya Sedang Hamil Menurut Agama Hindu

Add Comment

Dalam masyarakat Hindu di Bali sampai saat ini masih sering kita lihat berbagai tradisi dipercaya dan dilaksanakan dengan patuh. Disisi lain ada juga orang yang tidak lagi menjalankan tradisi tersebut dengan berbagai alasan. Namun banyak orang yang "sekedar" melaksanakan saja tradisi-tradisi ini tanpa memahami secara mendalam maksud dan tujuan dari tradisi tersebut.

Sebagai contoh, ketika si istri sedang hamil, maka lelaki atau suaminya tidak akan memotong rambutnya dan dibiarkan panjang. tapi banyak krama bali yang kurang mengeri maksud dari tradisi Manusa Yadnya tersebut.

Setiap suku di dunia ini memiliki pantangan-pantangan yang disebut "tabu" dalam ilmu Anthropologi. Ada "tabu" yang bisa dilacak historisnya, ada juga yang tidak. Misalnya di Bali ada tradisi "tabu":

berjalan di jalanan umum saat mata hari yang disebut "jejeg surya".

Kalau berjalan pas pada pukul 12 siang hari, maka menurut kepercayaan orang, manusia akan dimakan oleh Buta Kala.

Ada juga tabu (maketus) mengajak anak yang belum tanggal gigi ke Pura Luhur Batu Karu.

Dahulu kala pernah ada anak yang belum tanggal gigi di Bali yang diajak ke Pura Luhur Batu Karu, kemudian hilang, dan tidak dapat diketemukan lagi. 

Setelah ditanyakan pada "orang pintar (balian)" di Bali disebut meluasang. Kejadian ini diartikan sebagai tanda bahwa alam niskala melarang orang tua mengajak anaknya yang belum tanggal gigi ke Pura Luhur Batu Karu.

Akibat perobahan jaman "tabu" seperti itu sudah hilang. Akibat perobahan jaman "tabu" seperti itu sudah hilang.

Khususnya berkaitan dengan kehamilan, orang Bali juga mengenal berbagai pantangan.  secara umum Pantangan buat SUAMI bila Istri-nya hamil adalah:

Menjelekkan, menghina, merendahkan orang lain
Menyiksa binatang, Makan/ minum berlebihan apalagi sampai mabukB, erjudi.

Dalam ajaran Kanda Pat Rare, juga disebutkan sekilas pantangan untuk suami apabila istrinya sedang mengandung, diantaranya:

Tidak membangunkan istri yang sedang tidur. 
tidak melangkahi (ngungkulin) istri yang sedang tidur.
pada saat si istri yang sedang hamil itu makan, dilarang anglawatin(membayangi dengan bayangan badan) terhadap nasi atau makanan yang sedang dimakannya.

adapun alasan melakukan hal tersebut dikarenakan pada saat istri tidur, ia mendapat hubungan pemeliharaan secara gaib dari para Dewa, kala dan pitara (roh leluhur), agar bayi yang dikandungnya itu dapat hidup dan selamat.dalam ajaran kanda pat rare diyakini bahwa, perkembangan bayi berkaitan dengan penstanaan para dewa di tubuh bayi, demikian juga para leluhur mulai berhubungan dengan bayi anda. 

Keyakinan ini juga didukung oleh lontar agastya prana, dasa aksara, serta keyakinan bahwa TUHAN meresap pada setiap ciptaannya. untuk menghormati beliau yang sedang berhubungan dengan pembentukan bayi dalam kandungan, hendaknya suami menghormatinya dengan cara tidak melangkahi ataupun membangunkannya dengan mengkejutkan pada saat istri anda tidur.

selain itu, dalam salinan Lontar Eka Pertama, disebutkan beberapa sikap bagi suami, sebagai kepala rumah tangga pada waktu istri hamil. Seorang suami hendaknya melakukan swadharma agar menurunkan anak yang baik (dharma putra), yaitu tidak diperkenankan:

  • memotong rambut, 
  • membangun rumah, 
  • menyelenggarakan pengangkatan anak, 
  • membuat tambak (empang) 
  • membuat pagar rumah atau pagar ladang, 
  • memperistri wanita lain, 
  • selingkuh. 


Larangan-larangan berlaku bagi suami tersebut, konon merupakan petuah dari Bhatara Brahma yang disampaikan kepada Bhagawan Bergu.
yang sebaiknya/ wajib dilakukan:

Membuat perasaan istri tenang/ damai/ aman/ terlindungi
Melakukan derma (Drwya Yadnya – dana punia)
Rajin sembahyang, bersamadhi, bermeditasi
Membaca Mahabharata
Pada usia kehamilan 7 bulan, adakan upacara megedong-gedongan (kalau mungkin/ bisa) Kalau tidak, sembahyang biasa ditujukan kepada Bhatara Guru (Sanghyang Widhi) mohon keselamatan bayi dan ibunya.
Mengendalikan panca indria, bila mampu berpuasa setiap bulan purnama dan tilem.

Atma/ roh masuk segera setelah terjadi pembuahan di dalam rahim ibu.
Sering bersamadi dan berjapa, menyebutkan nama Sanghyang Widhi berkali-kali sesuai dengan jumlah japamala, atau mengucapkan mantra Gayatri satu bait berulang-ulang sambil duduk berjapa.
Secara logika saat istri hamil suami seharusnya juga ikut "untuk mengkonsentrasikan" segala perhatiannya (bertapa brata) agar bayi dalam kandungan istrinya dapat tumbuh dengan sebaikbaiknya sampai lahir dengan selamat.

Apa sangsinya, jika larangan itu dilanggar? 
Kalau suami melanggar larangan tersebut, maka akan mendapat kutuk para Dewa, Kala dan Pitara. Si istri bisa mengalami keguguran, bayinya mati dalam kandungan, sulit waktu melahirkan, kemerosatn keyakinan (iman) pada anak dan sebagainya.

Disamping itu, pada saat istri hamil, bila ia sedang makan, hendaknya jangan diajak bicara, apalagi diberi kata-kata kotor, kasar, keras yang membuatnya tersinggung dan sakit hati. Karena, Sang Hyang Urip sedang bersemayam pada orang yang sedang makan.

Itulah sebabnya kemudian muncul mitos yang mengatakan, tidak boleh membunuh orang yang sedang makan, walaupun dia seorang penjahat atau musuh sekalipun. Maka dari itu, bagi suami-istri agar semua pikiran, perkataan dan perbuatan, diarahkan pada ajaran-ajaran kebajikan (dharma), agar terhindar dari malapetaka, baik bagi mereka berdua, maupun anak yang dikandungnya. 

Kepada istri yang sedang hamil, agar suka mendengarkan sekaligus melaksanakan nasehat-nasehat, membaca kitab-kitab bertuah seperti cerita kepahlawanan, bermacam-macam sesana (peraturan tingkah laku), memeriksakan kesehatan jasmaninya, memperhatikan makanan yang sehat dan bergizi dan sebagainya. Semua aktivitas itu akan berpengaruh, dan menurun pada anak atau karakteristik bayinya nanti. Demikian pula, si suami hendaknya ikut pula menjaga kedamaian dan kerukunan rumah tangga, terutama terhadap istrinya yang sedang mengandung.

Ada lagi, beberapa kegiatan yang perlu mendapat perhatian, dari suami yang istrinya hamil. Khususnya mengenai aktivitas yang hendaknya tidak dilakukan selama istrinya hamil. Seperti, jangan mencambuk sapi tatkala bekerja di sawah. Tidak boleh ngetok lait, atau menyumbat segala bentuk lubang (sombah), karena menurut kepercayaan, semua perbuatan itu akan membawa efek yang kurang baik bagi calon anaknya.

Tradisi menancapkan turus saat istri hamil pada jaman modern ini mungkin sudah hilang. Sedangkan pantangan cukur rambut masih seringkali ditaati para lelaki walaupun mereka mungkin tidak tahu mengapa. Mungkin mereka melakukannya saja untuk berjaga-jaga.

Meskipun juga ada banyak calon ayah yang tidak mempraktekkannya tabu pantang cukur rambut lagi, makna yang terkandung di dalam tabu ini mereka lanjutkan dalam wujud lain. Misalnya suami ikut aktif merawat kesehatan fisik dan psikis sang istri. Menjaga perasaan istri jangan sampai terluka oleh perbuatannya atau kata-katanya, melayani istri terutama menyangkut soal-soal merawat kehamilannya, mencurahkan kasih yang lebih khusus pada sang istri, dan memberikan tuntunan kerokhanian pada istri dengan sebaik-baiknya.


Nampaknya belakangan orang bali mulai melupakan tradisi ini,sehingga banyak larangan (tabu) yang dilanggar, sebagai akibat umumnya adalah "tabiat anak" yang kurang bisa dikontrol, sehinga bila terjadi kemerosotan iman, sangatlah wajar, karena orang tuanya sendiri kurang memahami karena kurang mau membaca tutur bali. demikian sekilas tentang Pantangan buat SUAMI bila Istri-nya hamil, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.

#18 Mantra Pemujaan Dewa Ganesha Untuk Kesuksesan Di Zaman Sekarang

Add Comment

Ganesha merupakan salah satu dewa istimewa dalam agama hindu, karena Ganesha menjadi “Pemuka” sebelum memberi hormat kepada Brahma, Wisnu, dan Shiwa.Selain itu Ganesha juga dipercaya  sebagai dewa penghancur segala rintangan dan dewa ilmu pengetahuan.

Berikut adalah beberapa syarat dalam melakukan japa mantra Ganesha :
Mandi yang bersih terlebih dahulu, termasuk membersihkan paha dan kaki
Membaca mantra dengan sepenuh hati, minimum 108 kali (pergunakan tasbeh). Pengucapannya boleh dalam hati atau dengan mengeluarkan suara.

Jika ingin yang paling serius, pembacaan/pengucapan mantra dilakukan selama 48 hari berturut-turut secara kontinu. Usahakan di tempat dan waktu yang sama.
.Tujuan yang terbaik dengan mantra adalah untuk menolong manusia lain/pribadi sendiri.

Jangan bertujuan buruk kepada manusia lain, akan kena diri sendiri.
Inilah beberapa Mantra  Ganesha yang dapat di gunakan untuk melakukan japa ;

1.         Om Gam Ganapatayae Namaha
Mantra ini dipergunakan untuk memulai sesuatu yang baru, seperti memulai perjalanan, mengadakan usaha baru, buka kantor baru, penandatanganan kontrak-dagang baru, sehingga pelaksanaan usaha tidak menemui hambatan-hambatan.

2.         Om Namo Bhagabatae Gajaanaaya Namaha
Mantra ini untuk meminta kehadiran Ganesha, dan akan dapat dirasakan kehadirannya.

3.         Om Shri Ganeshaaya Namaha
Mantra ini untuk meningkatkan daya-ingat (terutama pelajar dan mahasiswa) untuk mencapai tingkat lebih tinggi dalam belajar.

4.         Om Vakratundaaya Hum
Mantra ini sangat kuat untuk menghambat dan menghilangkan pikiran-pikiran buruk, baik untuk pribadi maupun untuk manusia di tingkat nasional maupun internasional bahkan tingkat universal. Sering dipergunakan untuk mengusir setan. Dapat juga untuk penyembuhan penyakit yang berkaitan tulang belakang (dari bawah ke atas) dan penyakit dipaha. Untuk itu harus diucapkan 1008 kali (bukan 108 kali !).

5.         Om Kshipra Prasadaya Namaha
Mantra ini bersifat “instant” (cepat sekali). Mantra ini diucapkan, ketika ada bahaya atau kesulitan yang sudah tidak bisa diatasi sendiri.

6.         Om Shreem Kleem Glaum Gam Ganapatayae Vara Varada Sarva Janamah Vashanamanaaya Svaha
Mantra ini mengandung bermacam-macam benih mantra. Tujuannya adalah untuk mohon berkat dan untuk penyerahan diri.

7.         Om Sumukhaaya Namaha
Mantra ini sesungguhnya memiliki banyak arti, tujuannya menjadikan manusia menjadi cantik, baik (tubuh dan spritual) dan untuk hal-hal lain yang baik. Dengan sering mengucapkan mantra ini, akan menimbulkan rasa kasih-sayang.

8.         Om AekadanTaaya Namaha
Mantra ini akan sangat membantu kepada mereka yang ingin “memusatkan” pikiran dan perasaan dalam bermeditasi. Jika dilakukan terus menerus, maka keinginan dapat dicapai.

9.         Om Kapilaaya Namaha
Mantra ini untuk menyembuhkan manusia yang sedang sakit, karena mantra ini menciptakan warna dan tubuh anda, dan warna-warna itu dapat “disalurkan” kepada yang sakit untuk disembuhkan.  Mantra ini juga dapat dipergunakan untuk memohon agar keinginan seseorang dapat tercapai.

10.       Om Gajakaranakaaya Namaha
Anda dapat mengucapkan mantra ini dimana saja. Penggunaan mantra ini adalah untuk dapat mendengarkan suara-suara dari alam gaib, baik dari berbagai jenis makhluk halus maupun dari mereka yang sudah meninggal. Mantra ini dapat membantu “membuka” cakra (7 cakra) dan 72000 nadi (saluran-saluran kecil). Mantra ini cocok untuk mereka yang ingin maju di bidang pengembangan kebatinannya.

11.       Om Lambodharaaya Namaha
Mantra ini digunakan untuk “menyatukan” diri anda dengan jagat-raya (alam semesta). Anda menjadi manunggal dengan alam-semesta dan menghasilkan rasa-damai tingkat tinggi, anda merasakan menjadi alam-semesta. Mantra ini sangat cocok dipergunakan mereka yang melakukan “olah batin”.

12.       Om Vikataaya Namaha
Mantra ini membantu manusia mengetahui dan merasakan bahwa dunia material adalah maya dan ada “sesuatu” dalam diri sendiri yang lebih nyata dan abadi. Kesadaran yang diperoleh dari mantra ini, adalah dapat menjauhkan diri dari “keterikatan duniawi” dan menemukan ketenangan batiniah. Dunia hanya sebuah drama dan setiap orang menjadi pemeran tertentu dalam setiap kehidupannya di dunia yang fana ini.

13.       Om Vighna Nashanaaya namaha
Mantra ini untuk mengatasi kesulitan pribadi dan hambatan-hambatan dalam diri sendiri. Kesulitan dan hambatan tsb. Dapat “dibebaskan” dengan mantra ini.

14.       Om Vinayakaaya Namaha
Mantra ini dipergunakan untuk melancarkan segala macam pekerjaan/usaha. Anda akan dapat menguasai dan memecahkan masalah dengan baik serta membuat “masa keemasan”.

15        Om Dhumraketuvae Namaha
Mantra ini untuk membantu menciptakan perdamaian dunia, terutama jika pengaruh komet Halley sedang melanda dunia yang berarti banyak pertumpahan darah (keributan-keributan) di seluruh dunia. Mantra ini baik sekali untuk para pemimpin.

16.       Om Ganadhyakshaaya Namaha
Mantra ini sangat bermanfaat untuk penyembuhan penyakit secara massal (beramai-ramai). Mantra ini menyembuhkan penyakit, jika diucapkan bersama-sama banyak orang.

17.       Om Bhalachandraaya Namaha
Mantra ini menyembuhkan penyakit pada diri sendiri. Mantra ini mengaktifkan cakra yang berada di tengah-tengah kening. Cakra ini bersimbol bulan-separoh dan letaknya di tengah-tengah kening. Simbol tsb. Melukiskan pengembangan, ketenangan, dan kedamaian.

18.       Om Gajaananaaya Namaha
Mantra ini untuk memperoleh kesadaran- tertinggi, kesadaran tak terbatas. Mantra ini sangat cocok untuk mereka yang memperdalam olah-batin.


Anjuran: Mereka yang ingin mempergunakan mantra-mantra tersebut diatas perlu memperhatikan:

1.Agar serius melakukannya
2.Agar bersabar menanti hasilnya
3.Agar berdisiplin untuk mengucapkan secara teratur dan kontinu
4.Untuk mempermudah hitungan, agar mempergunakan tasbeh yang 108.

Maha Mrityunjaya Mantra (Mantra Moksa Dewa Siwa) - Penjelasan dan Sejarah

Add Comment
ॐ त्र्यम्बकं यजामहे सुगन्धिं पुष्टिवर्धनम् । उर्वारुकमिव बन्धनान् मृत्योर्मुक्षीय मामृतात् ।। Om Tryambakam Yajaamahe Sugandhim Pushti Vardhanam / Urvaarukamiva Bandhanaath Mrutyor Mukshiya Ma-Amritat // Ancient Vedic Mantras Collection Kumpulan Doa, Mantra, Stotra, Bhajan, Aarti, dan Artikel Hindu


MAHA MRITYUNJAYA MANTRA - Sejarah dan Penjelasan
Dua mantra besar Veda adalah mantra Gayatri dan Maha Mrityunjaya Mantra. Gayatri mantra, dengan menciptakan getaran kuat, menghilangkan kesedihan yang lahir dari ketidaktahuan. Ini adalah doa yang universal yang memiliki kekuatan dan bermakna hubungan antara manusia yang terjerat dalam masalah duniawi dan Tuhan Yang Maha Agung.

Maha Mrityunjaya mantra dikenal sebagai Moksha mantra Dewa Siwa, untuk membangkitkan Shiva dalam hati dan menghilangkan rasa takut akan kematian, membebaskan salah satu dari siklus kematian dan kelahiran kembali .Ini adalah Kemenangan atas Maut/Kematian.
Gayatri mantra dalam Chandah Gayatri dan Mrityunjaya mantra di Anushtubh Chandah. Gayatri Chandah untuk bergabung dengan Tuhan dan wujud Tuhan sementara Anushtubh Chandah untuk mengikuti Tuhan. Anushtubh berarti 'mengikuti' dan mantra ini adalah untuk para pengikut setia.

Mantra ……
Om Tryambakam Yajaamahe Sugandhim Pushti Vardhanam /
Urvaarukamiva Bandhanaath Mrutyor Mukshiya Ma-Amritat //

Ini berarti bahwa....
"Marilah kita menyembah Shiva (Dia satu yang bermata tiga), yang suci (wangi) dan yang memelihara semua makhluk. Sama seperti mentimun matang secara otomatis dibebaskan dari keterikatannya dengan menjalar, mungkin kita akan dibebaskan dari kematian (tubuh kami yang fana dan kepribadian) dan diberikan (mewujudkan) alam keabadian kita. "

Penjelasan
Om, Kami menyembah Dewa Siwa yang bermata tiga, yang secara alami wangi, sangat penyayang dan yang merupakan pelindung para bhakta. Menyembah Dia mungkin kita akan dibebaskan dari kematian demi keabadian seperti mentimun matang dengan mudah memisahkan diri dari tangkai mengikat. Oleh Yang Mulia, biarkan aku berada dalam keadaan keselamatan (moksha) dan diselamatkan dari cengkeraman kematian yang menakutkan.

Pengaruh / Efek Mantra
Maha Mrityunjaya mantra adalah mantra yang dikatakan meremajakan, melimpahkan kesehatan, kekayaan, panjang umur, perdamaian, kemakmuran dan kepuasan. Mantra adalah teknik lama yang sudah berabad-abad, menghubungkan tiap umat untuk sampai pada kesadaran murni dan kebahagiaan.

Doa ini ditujukan untuk dewa Siwa. Dengan melantunkan mantra, getaran Tuhan yang dihasilkan yang menangkal semua kekuatan negatif dan jahat dan membuat perisai pelindung yang kuat. Dan dikatakan untuk melindungi orang yang mengucapkannya terhadap setiap jenis kecelakaan dan kemalangan . Ini adalah getaran yang berdenyut melalui setiap sel, setiap molekul tubuh kita dan merobek selubung ketidaktahuan. Ia membakar api dalam diri kita yang mengkonsumsi semua negativitas kita dan memurnikan seluruh sistem kami. Hal ini juga dikatakan memiliki penyembuhan yang kuat terhadap penyakit yang dinyatakan tidak dapat disembuhkan. Ini adalah mantra untuk menaklukkan kematian dan menghubungkan kita dengan ketuhanan batin kita sendiri.

Doa untuk Dewa Shiva
Mantra ini adalah doa kepada Dewa Siwa untuk membantu dalam mengatasi 'kematian'. Para pencari adalah lebih peduli dengan menghindari spiritual 'kematian' daripada fisik 'kematian'. Mantra ini adalah permintaan untuk dewa Siwa untuk memimpin kita ke gunung meditasi, yang memang tempat tinggal-Nya. Legenda mengatakan bahwa Dewa Siwa muncul di hadapan pemuja-Nya, Markandeya, (yang ditakdirkan untuk mati pada usia enam belas) dan berhenti proses nya penuaan beberapa hari sebelum dia seharusnya mengubah enam belas. Dengan demikian, kematian tidak akan pernah bisa mengklaim dia! Oleh karena itu, mantra ini juga disebut sebagai mantra Markandeya dalam studi Hindu klasik.

Hubungannya Dengan Sukracharya
Maha Mrityunjaya Mantra ini diajarkan oleh Dewa Siwa ke Shukracharya, pembimbing/guru dari setan/iblis, setelah ia berhasil dalam ujian yang mustahil menggantung terbalik dari sebuah pohon selama dua puluh tahun (periode vimsottari dasa) dengan asap bertiup ke dia dari api yang menyala di bawahnya. Bahkan Brihaspati terkejut pada kemungkinan seperti itu penebusan dosa yang mengerikan dan dengan tenang duduk untuk mengamati Shukracharya menerima tantangan Indra dan berhasil.

Sejak Shukracharya (Venus dalam astrologi) melewati penebusan dosa yang ia dimuliakan sebagai Tapasvi Raja (raja disiplin spiritual dan penebusan dosa). Definisi Tapaswi Yoga berasal dari penebusan dosa ini sebagai Saturnus (hukuman, kerja keras keras), Ketu (asap ditiupkan ke hidung dan bentuk-bentuk lain dari diri menimbulkan penyiksaan) dan Venus (keinginan dan penolakan nya) harus datang bersama-sama untuk menentukan kemampuan pribadi yang Tapaswi.

Setelah penebusan dosa, Dewa Shiva mengajarkan Maha Mantra ini ke Shukracharya, yang merupakan anak dari Brihaspati dan begitu juga para Dewa mendapat mantra ini. Mantra ini diberikan (Sruti) ke Vasistha Maharishi untuk kesejahteraan dunia. Mantra ini dan penjelasannya diberikan oleh Shukracharya kepada Rishi Dadhichi ketika tubuh Shukracharya yang terakhir dipotong dan dibuang oleh Raja Kshuva, tercatat dalam Shiva Purana.

Shukracharya berkata, "O! Dadhichi, saya berdoa kepada Dewa Siwa dan memberikan Anda upadesa (saran / kebijaksanaan / pengajaran) yang tertinggi Maha Mrityunjaya Mantra "

Nyanyian Suci
Maha Mantra ini ini sangat banyak pelindung untuk kecelakaan, kemalangan dan bencana harian di hari kesibukannya modern. Pembacaan Maha Mantra ini menciptakan getaran Tuhan yang menyembuhkan. Melantunkan Maha Mantra ini dengan ketulusan, keyakinan dan pengabdian di Brahma muhurta sangat bermanfaat. Tapi siapa saja juga bisa bernyanyi kapan saja di lingkungan murni dengan manfaat yang besar dan menemukan kebahagiaan yang sudah dalam. Mantra ini idealnya harus diulang 108 kali, dua kali sehari, pada pagi dan pada sore hari.

Ringkasan mantra
Kita menyembah Shiva - Dewa Bermata Tiga / Yang bermata Matahari, Bulan dan Fire / Yang harum dan memelihara semua makhluk / Semoga Dia melindungi kita dari segala penyakit, kemiskinan dan ketakutan / dan memberkati kita dengan kemakmuran, umur panjang dan kesehatan / Mungkin Dia membebaskan kita dari kematian / demi keabadian / Bagai mentimun matang secara otomatis dibebaskan / dari perbudakan dari menjalar ketika sepenuhnya matang /.

Penjelasan Maharishi Vasistha
Maharishi Vasistha memiliki penjelasan berikut untuk menawarkan tentang Maha Mrityunjaya mantra: 
TRYAMBAKAM - mengacu pada tiga mata Dewa Siwa. 'Tri' berarti 'tiga' dan AMBAKAM berarti 'mata'. Ketiga mata atau sumber pencerahan adalah Trimurti atau tiga dewa utama, yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa, dan tiga AMBA (juga berarti Ibu atau Shakti) adalah Saraswathi, Lakshmi dan Gouri. Jadi di dunia, kita mengacu kepada Tuhan sebagai Maha Mengetahui (Brahma), yg ada di mana-mana (Wisnu) dan Mahakuasa (Siwa). Ini adalah kebijaksanaan Brihaspati dan disebut sebagai Sri Dattatreya memiliki tiga kepala Brahma, Wisnu dan Siwa.
Penjelasan Dalam Anushthubh Chandah
Mantra berada dalam Anushthubh Chandah dan Oleh karena itu, dibagi menjadi empat paragraf terdiri dari delapan suku kata masing-masing ... 4 x 8 = 32 suku kata. 

Paragraf Pertama.
Trayambakam Yejamahe .............
Trayambaka - adalah nama dari Dewa Siwa sebagai bapak tiga dunia - bhu, Bhuva dan svarga. Dia adalah ayah dan penguasa tiga mandala - Surya, Soma dan Agni mandala. Dia adalah Mahesvara, penguasa ketiga guna - Satva, Rajas dan Tamas. Dia adalah Sadashiva, guru dari tiga tatvas - Atma Tatva, Vidya Tatva dan Siwa Tatva. Dia adalah ayah (penyebab dan sumber) dari tiga energi (agni) - Arahaniya, Garhapatya dan Dakshinagni.

Dia adalah ayah dari semua ciptaan fisik melalui bhuta tiga murti - Pritvi (padat), Jala (cair) dan Tejas atau agni (energi). Dia adalah penguasa dari tiga langit yang diciptakan oleh dominasi ketiga guna - Rajas (Brahma), Satva (Wisnu) dan Tamas (Siwa). Mengenal Dia menjadi nirakara (berbentuk), Sadashiva sebagaimana Dia berada di atas Mode fisik dan mereka adalah MAHeSVARA.

Paragraf Kedua
Sugandhim pushtivardhanam ………….
Sugandhim .... mengacu pada aroma bunga yang menyebar ke segala arah, dan dengan cara yang sama Shiva hadir dalam seluruh ciptaan, baik hewan dan benda mati. Dalam semua Bhuta (mode eksistensi), di ketiga guna (sifat penciptaan sebagai Satva, Rajas dan Tamas), dalam sepuluh indriyas (lima gnana-indriyas) atau perasaan dan lima karma-indriyas atau organ kerja, di semua dewa (33 dewa adalah sumber dari semua penerangan dan pencerahan) dan ganas (bala tentara setengah dewa). Shiva ada dan menyebar sebagai menerangi atma (jiwa) dan esensi mereka.

Pushtivardhanam ... dijelaskan sebagai tempat tinggal roh (atman), Purusha Shiva adalah penopang nyata Prakrti. Dimulai dengan Tatva maha (negara primordial materi .. energi) ke bagian-bagian individu dari penciptaan, seluruh kelangsungan makhluk fisik dibuat (baik hidup dengan benda mati) dilakukan oleh binasa Purusha. Anda, saya, Brahma, Wisnu, muni dan bahkan Indra dan dewa dipelihara / dipertahankan oleh Atma dan itu adalah Dia. Karena Purusha (atma - Siwa) adalah pemberi rezeki untuk Prakrti (body / alam), Dia adalah Pushtivardhana.

Paragraf ketiga dan keempat
Urvarukamiva bandhanan mrityor mukshiya mamritat ....
Artinya: Prabhu! sama seperti mentimun matang terputus dari belenggu yang menjalar dengan cara yang sama mungkin kita bisa dibebaskan dari kematian demi keabadian (moksha). Rudra deva seperti Amruta (nektar keabadian). Mereka yang menyembah-Nya dengan baik karma, penebusan dosa dan pertobatan, meditasi, renungan, doa atau pujian pasti akan telah memperbaharui kehidupan dan kekuatan. Kekuatan kekuatan kebenaran (dalam mantra) adalah sedemikian rupa sehingga Dewa Siwa pasti akan membebaskan hamba dari belenggu kematian karena Siwa sendiri adalah pemberi belenggu dan moksha.

Berbagai Nama untuk Maha Mrityunjaya Mantra
Maha Mrityunjaya mantra diambil dari Shukla Yajur Veda Samhita (vs.3.60) dan muncul dalam Rig Veda (Buku 7 Mandala, 59 bab). Mantra ini juga disebut mantra Trayambaka. Hal ini ditujukan kepada Trayambaka, bermata tiga, diidentifikasi dengan Shiva. Ini Terjemahan harfiahnya adalah 'Penakluk Kematian' mantra. Hal ini disebut mantra Rudra, mengacu pada aspek marah Siwa; mantra Trayambaka, menyinggung tiga mata Siwa; dan kadang-kadang dikenal sebagai mantra Mrutya-Sanjivini karena merupakan komponen dari praktek-memulihkan kehidupan ke primordial bijak Sukra setelah ia menyelesaikan masa lengkap penghematan. Ia memiliki kekuatan untuk memberikan kembali kehidupan dan penyelamatan dari kematian dan kejahatan besar. Air disucikan dengan mantra ini harus diminum sepanjang waktu.

Jantung dari Veda
Mantra maha ini dipuji oleh orang bijak sebagai jantung Veda. Bersama dengan Gayatri mantra itu memegang tempat tertinggi di antara banyak mantra yang digunakan untuk merenung dan meditasi. Siapa saja dapat membaca mantra ini dan mencapai kesehatan yang baik, lepaskan dari perbudakan dan masalah lainnya. Ini adalah obat mujarab terbesar untuk segala kejahatan.

Cahaya dalam Astrologi Veda
Shiva dikatakan memiliki tiga mata. Karena Dia melihat masa lalu, sekarang, dan masa depan secara bersamaan. Dia adalah penguasa tiga dunia - fisik, astral, dan biasa. Dia juga melampaui ketiga guna, satva, rajas dan tamas - atau penciptaan, rezeki dan kehancuran. Seperti kita mengucapkan Maha Mantra ini kita mengidentifikasi dengan Dewa Siwa, mengembangkan sifat-Nya, dan menerima berkat-berkat-Nya.

Dalam Brihat Parashara Hora Shastra, sage Parashara mengatur Maha Mantra ini sebagai langkah perbaikan astrologi pada setidaknya 24 kesempatan terpisah. Di Chp.55 vs.52, katanya, "... .. dengan bacaan (japa) dari mantra maha efek jahat akan bisa dilunakkan (dikurangi) dengan berkat-berkat Tuhan Siwa".

Mrityu berarti Kematian dan Jai berarti Victory. Mrityunjaya berarti Kemenangan atas Kematian. Hal ini dinamakan demikian karena, ketika meneriakkan tulus dengan refleksi yang berarti dapat menyampaikan realisasi sifat penting kami yang berada di luar kelahiran dan kematian. Dengan cara ini, memberikan kita kemenangan atas asumsi yang dipertanyakan dan ketidaktahuan apa akan diri kita. Untuk orang hidup, kematian sudah pasti dan untuk orang mati, lahir pasti terjadi. Sejak kematiannya yang pasti bagi semua makhluk diwujudkan, Bhagavad Gita memerintahkan para manusia untuk bercita-cita pencapaian moksa, setelah itu tidak ada pengembalian atau kelahiran kembali.

Maha Mrityunjaya mantra tidak tergabung dalam sekolah tertentu atau tradisi meskipun diucapkan dalam begitu banyak pusat yoga di dunia. Ada banyak mantra untuk menangkal kejahatan seperti kematian dan penderitaan lain yang diberikan dalam literatur suci Hindu. Mantra ini dari berbagai jenis namun mantra Maha Mrityunjaya telah dipuji dalam literatur suci sebagai yang terbaik.

Dewa Siwa adalah sinar Tuhan yang suci dan murni yang dapat memurnikan apa pun dengan hanya ucapan nama-Nya. Dia adalah Mrityunjaya, yang Pemenang kematian dan penyakit dan pemberi kebebasan dari siklus kelahiran dan kematian. Istilah Shiva adalah pertemuan dua suku kata - 'shi' dan 'va', yang berarti 'penebus dosa' dan 'pembebas penderitaan'. 

Kepada-Nya kita bersujud!

Menyibak Rahasia Asal Usul Keberadaan Ular Suci Di Pura Tanah Lot

Add Comment

Tanah Lot tidak hanya dikenal dengan Pura Luhur Tanah Lot yang berada tepat di atas karang di tengah laut yang membuat para wisatawan lokal dan mancanegara terpukau. Namun juga terkenal dengan ular sucinya. Maka tak heran jika para wisatawan yang datang tidak hanya menikmati pemandangan namun juga melihat langsung keberadaan ular suci tersebut.

Bagi masyarakat Pulau Dewata, ular yang ada di Pura Luhur Tanah Lot ini sudah tidak asing lagi. Ular dengan warna belang hitam-putih atau poleng tersebut dipercayai sebagai ular suci yang menjaga Pura Luhur Tanah Lot dan biasa disebut Duwe.

Keberadaan ular suci itu sendiri dapat disaksikan oleh para wisatawan dengan hanya mengaturkan dana punia sukarela di sebuah goa yang tentunya dijaga oleh seorang pawang ular.

Di dalam goa bertuliskan “Ular Suci/Holy Snake” tersebut siapa pun dapat menyaksikan bahkan menyentuh ular suci jenis ular laut berekor pipih dengan nama ilmiah bungarus candidus tersebut. bungarus candidus sendiri merupakan sejenis ular berbisa dari suku elapidae dan merupakan salah satu ular paling berbisa di dunia. “Menurut cerita dari zaman dulu, bisa atau racun dari ular suci itu sangat mematikan,” ungkap terang Jero Mangku Wati, Pemangku di Pura Luhur Tanah Lot.

Meskipun memiliki bisa mematikan, hingga saat ini Mangku Wati mengatakan jika tidak pernah ada orang yang digigit entah itu dari pawang ataupun wisatawan. Karena memang ular suci tersebut tidak akan menggigit selama dirinya merasa aman dan nyaman. “Yang saya tahu dan saya dengar selama ini, hingga detik ini tidak pernah ada orang yang digigit oleh ular suci itu, meskipun katanya ular itu sangat berbisa. Siapa pun yang digigit akan menemui ajalnya dengan sekejap,” imbuhnya.

Keyakinan bahwa bisa atau racun ular sui tersebut sangat mematikan dikuatkan dengan sebuah cerita dari para leluhurnya terdahulu. Konon dulu ular suci pernah bertarung dengan seekor musang. Musang tersebut kemudian digigit oleh ular suci dan dalam beberapa saat musang itu pun melepuh. Ditambahkan lagi, karena tidak pernah menggigit orang maka tidak ada seorang pun yang tahu apa obat penawar jika tergigit oleh ular suci tersebut.


Ular suci yang ada di Pura Luhur Tanah Lot itu dijelaskan bahwa ada dua warna, satu berwarna poleng (hitam-putih) dan satu lagi berwarna abu-abu kehitaman. “Kebanyakan yang berwarna poleng, tetapi kadang-kadang muncul yang berwarna belang abu-abu kebiruan itu. Katanya itu bisanya lebih mematikan lagi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Jero Mangku Wati menceritakan jika menurut kepercayaan dan cerita Agama, ular suci tersebut merupakan jelmaan dari selendang milik Dang Hyang Nirartha ketika menginjakkan kaki di Pantai Tanah Lot.

“Ketika Dang Hyang Nirartha tiba di Pantai Tanah Lot sekitar abad ke-14 Beliau mendirikan pasraman dan bersemedi. Nah ketika itu agar tidak ada gangguan, Beliau kemudian merobek kain poleng yang Beliau gunakan seukuran selendang. Dan selendang itulah berubah menjadi ular suci yang hingga saat ini dipercayai adalah sebagai penjaga Pura Luhur Tanah Lot,” terang Mangku Wati.

Terlebih lagi Mangku Wati menuturkan jika sebelum tahun 1960-an, ular suci di Pura Luhur Tanah Lot berjumlah ratusan. Bahkan ketika pujawali ular-ular tersebut akan meliuk-liuk di Pura Luhur Tanah Lot dengan bebas. “Ular-ular itu akan berkeliaran bebas, dan mereka sangat jinak. Jadi orang yang bersembahyang juga tidak takut karena kalau kita tidak mengganggu ular itu maka ular itu juga tidak akan mengganggu kita. Jadi kita bisa berdampingan,” ujar Mangku Wati lagi.

Namun setelah pariwisata semakin pesat, perlahan keberadaan ular suci itu berkurang. Bahkan kini sudah sangat sulit untuk menemukan ular suci berkeliaran seperti dahulu kala. Dan tak jarang Mangku Wati melihat ada ular suci yang meregang nyawa. “Terakhir saya lihat ada ular suci yang mati lemas di pagar Pura,” tuturnya.

Berkurangnya populasi ular suci di Pura Luhur Tanah Lot diyakini karena eksploitasi terhadap ular suci yang dimanfaatkan untuk bisnis. “Dulu ular banyak dan gampang untuk dipertontonkan kepada pengunjung. Sekarang sudah sedikit jadi ular suci dicari-cari untuk dapat diperlihatkan kepada pengunjung,” ungkap sumber yang enggan dikorankan namanya tersebut.

Kata dia, kesucian ular tersebut telah terkikis oleh kepentingan bisnis sehingga kini populasi ular berkurang. Hal ini tentu saja menjadi pro dan kontra. “Tidak tahu nanti kalau ular suci benar-benar sudah tidak ada lagi. Jadi serba salah di sini, soalnya semua sama-sama cari makan,” pungkas sumber.